Jumat, 17 Desember 2010

Maukah Kita untuk Lebih Bersyukur?

1. Disaat akhir pekan, kita tidak bisa jalan-jalan bersama teman-teman, pacar, atau keluarga ke sebuah mall atau sekedar makan di restoran mewah kita merasa bosan, bete, dan lebih sensitif.


NAMUN,  coba kita perhatikan para tukang sapu jalanan, sopir & kenek bis, pedagang asongan, pengamen, dan semua yang sering luput dari perhatian kita.. mereka bekerja tanpa mengenal waktu, tanpa lelah, semua demi keluarga tercinta.. bagi mereka, akhir pekan sudah cukup jika bisa beristirahat dan makan seadanya bersama keluarga mereka.
MASIHKAH KITA BOSAN DAN MARAH JIKA AKHIR PEKAN TIDAK DIHABISKAN DI MALL ATAU RESTORAN MEWAH?

2. Setiap berangkat dan pulang sekolah, kuliah, maupun kerja kita harus menggunakan bis kota ataupun angkutan umum, kita sering mengeluh. Panas, sempit, macet, dan lain-lain. NAMUN, cobalah kita lihat para ojek sepeda, guru-guru di daerah terpencil, dan mereka semua yang setiap kali ingin pergi untuk menjalani aktivitasnya harus berjalan kaki menempuh jarak puluhan kilometer. Semangat mereka tidak padam, segala cuaca mereka hadapi dengan penuh keikhlasan. Bagi mereka, sudah cukup jika bisa mencapai tujuan tepat waktu dan selamat.
MASIHKAH KITA MENGELUH DAN MENYALAHKAN ORANG LAIN ATAS KETIDAKNYAMANAN YANG KITA ALAMI?

3. Ketika belanja menjadi sebuah hobby dan rutinitas, berapapun uang yang dikeluarkan bukanlah masalah asal keinginan kita terpenuhi. Belanja baju, tas, sepatu, aksesoris, gadget, dirasa masih kurang setiap kali edisi terbaru keluar. NAMUN, cobalah kita lihat para tukang parkir, para hansip, dan mereka yang gajinya hanya cukup untuk makan. membeli baju pun menjadi sebuah hal yang mewah dan harus menabung terlebih dahulu. Bagi mereka, asal bisa makan, mereka sudah bersyukur.
MASIHKAH KITA MENJADI MAKHLUK SOSIAL YANG HOBBY MEMBUANG-BUANG UANG, PADAHAL BANYAK SAUDARA-SAUDARA KITA YANG MASIH KEKURANGAN?



Untaian kalimat yang mungkin belum sempurna ini semoga bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua bahwa, masih banyak saudara-saudara kita yang kekurangan. Mereka tidak sempat untuk memikirkan jalan-jalan, belanja, makan di restoran mahal, atau naik kendaraan mewah. Mereka hanya ingin hidup cukup, asal bisa makan sehari 3x, bisa sekolah, dan bisa memiliki pekerjaan yang layak. MAUKAH KITA BERBAGI??

1 komentar:

  1. nice artikel sis , hampir sama yah sama artikel saya =P

    http://ebycan.blogspot.com/2010/12/hidup-adalah-anugerah.html

    BalasHapus